waktu itu ada sebuah kisah cinta antara aku dan dia
bisa dibilang kisah manis
yang menunjukkan keseriusanku dalam cinta
dan sekarang hanya tinggal bayang semata
saat pertama ku mengenalmu, aku tau kamu orang baik
agama serta iman mu begitu kuat
kamu seorang yang berbudi peragai baik
dan sejujurnya aku begitu terpesona dengan kepandaianmu
semua itu membuatku semakin yakin kau yang terbaik
begitu kau memintaku menjadi kekasih hatimu
dengan mudahnya aku menjawab "ya"
kukira masa pacaran begitu mudah kulewati dengannya
asalkan bersama kami bisa menyelesaikan cobaan
tapi ternyata tidak, hari ke hari begitu banyak masalah
yang tak bisa kami selesaikan
begitu banyak berbeda pemikiran diantara kami
tidak ada yang mau mengalah
dan dengan hasil akhir, masalah itu diabaikan
dan saat itu tiba,
saat dimana rasa bosan ku terhadapnya meluap
rasa yang membuatku begitu malas bertemu dengannya
rasa yang mendorongku untuk memutuskan hubungan kami
dan akhirnya kulakukan itu..
sudah beberapa hari kuubah statusku
dan sejujurnya dihatiku terdapat rasa lega
kukira aku akan bahagia dengan status baruku
tapi ternyata aku malah menderita oleh kenyataan yang ada
rasa cemburuku dan emosiku meluap
saat kulihat dia bersama wanita lain
sesaat munculah keinginan untuk kembali dan merajut
tali kasih yang telah putus dengannya
takdir mendukungku
takdir membuat aku dan dia kembali menjadi sepasang kekasih
aku dan dia berjanji tidak akan mengulangi yang terdahulu
kami akan hidup sebagai sepasang kekasih normal
tapi dengan penuh cinta
tak terasa lama sudah aku bersamanya
semenjak kejadian itu, kami begitu dekat dan saling menyatu
serasa hidup ini akan selamanya kujalani bersamanya
tepat setahun kami saling mengenal dan menyatu
datanglah sebuah masalah yang membuatku mengerti akan suatu hal
pacaran bukanlah sesuatu layaknya mainan yang bisa dimainkan
pacaran bukanlah sesuatu yang hanya mementingkan keegoisan semata
satu hal yang tidak kusukai darinya
ia selalu menuntutku untuk mengerti dirinya
ia selalu menuntutku untuk memaafkan semua khilafnya
tapi aku bukanlah bonekamu
aku juga punya perasaan dan keinginan untuk juga dimengerti
aku seorang wanita, wajar kalo aku minta di mengerti
tapi kamu tidak pernah mengerti apa yang kumau
saat itu juga
rasa kekesalan dan amarahku melanda
seharusnya disaat itulah kamu bisa mencoba untuk
mengerti apa yang kumau
tapi kamu tidak juga mengerti
kamu malah mengambil keputusan dengan mengikuti emosimu
hanya dengan kau merubah status hubungan kita di suatu media
hubungan kita jadi berakhir
sesungguhnya aku binggung apa yang harus aku perbuat
tidak ada pilihan lain selain kuikuti keinginannya
semua itu membuat status ku kembali lajang
sekarang aku hanya wanita yang menjalani hidupku tanpa kekasih
tapi tidak ada penyesalan dalam hidupku
aku tetap bahagia bagaimanapun hidupku
aku kan terus hidup tanpanya
"aku bukan wanita bodoh yang selalu mencintainya"
dan sekarang kau telah mendapatkan pendamping barumu
tidak ada perasaan cemburu melanda diriku
aku hanya heran
semudah itukah kau menghapus semua tentang diriku dihatimu?
semudah itu kah hatimu berpaling kepada wanita lain?
hanya satu pesanku padamu
jalani hidupmu dengan penuh pertimbangan
tidak semua hal bisa dipermainkan dan dibuat dengan keputusan
tanpa berfikir panjang..
tidak semua hal bisa diselesaikan dengan kata maaf
semua butuh pemikiran logika dan juga hati
walaupun kamu telah membuatku sakit
tapi kamu tetap salah satu kekasih lama ku yang terbaik
aku tak menyesal mengenalmu
denganmu aku mengerti banyak hal tentang kehidupan
*terimakasih*
Selasa, 02 Februari 2010
KISAH LAMA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Selasa, 02 Februari 2010
KISAH LAMA
waktu itu ada sebuah kisah cinta antara aku dan dia
bisa dibilang kisah manis
yang menunjukkan keseriusanku dalam cinta
dan sekarang hanya tinggal bayang semata
saat pertama ku mengenalmu, aku tau kamu orang baik
agama serta iman mu begitu kuat
kamu seorang yang berbudi peragai baik
dan sejujurnya aku begitu terpesona dengan kepandaianmu
semua itu membuatku semakin yakin kau yang terbaik
begitu kau memintaku menjadi kekasih hatimu
dengan mudahnya aku menjawab "ya"
kukira masa pacaran begitu mudah kulewati dengannya
asalkan bersama kami bisa menyelesaikan cobaan
tapi ternyata tidak, hari ke hari begitu banyak masalah
yang tak bisa kami selesaikan
begitu banyak berbeda pemikiran diantara kami
tidak ada yang mau mengalah
dan dengan hasil akhir, masalah itu diabaikan
dan saat itu tiba,
saat dimana rasa bosan ku terhadapnya meluap
rasa yang membuatku begitu malas bertemu dengannya
rasa yang mendorongku untuk memutuskan hubungan kami
dan akhirnya kulakukan itu..
sudah beberapa hari kuubah statusku
dan sejujurnya dihatiku terdapat rasa lega
kukira aku akan bahagia dengan status baruku
tapi ternyata aku malah menderita oleh kenyataan yang ada
rasa cemburuku dan emosiku meluap
saat kulihat dia bersama wanita lain
sesaat munculah keinginan untuk kembali dan merajut
tali kasih yang telah putus dengannya
takdir mendukungku
takdir membuat aku dan dia kembali menjadi sepasang kekasih
aku dan dia berjanji tidak akan mengulangi yang terdahulu
kami akan hidup sebagai sepasang kekasih normal
tapi dengan penuh cinta
tak terasa lama sudah aku bersamanya
semenjak kejadian itu, kami begitu dekat dan saling menyatu
serasa hidup ini akan selamanya kujalani bersamanya
tepat setahun kami saling mengenal dan menyatu
datanglah sebuah masalah yang membuatku mengerti akan suatu hal
pacaran bukanlah sesuatu layaknya mainan yang bisa dimainkan
pacaran bukanlah sesuatu yang hanya mementingkan keegoisan semata
satu hal yang tidak kusukai darinya
ia selalu menuntutku untuk mengerti dirinya
ia selalu menuntutku untuk memaafkan semua khilafnya
tapi aku bukanlah bonekamu
aku juga punya perasaan dan keinginan untuk juga dimengerti
aku seorang wanita, wajar kalo aku minta di mengerti
tapi kamu tidak pernah mengerti apa yang kumau
saat itu juga
rasa kekesalan dan amarahku melanda
seharusnya disaat itulah kamu bisa mencoba untuk
mengerti apa yang kumau
tapi kamu tidak juga mengerti
kamu malah mengambil keputusan dengan mengikuti emosimu
hanya dengan kau merubah status hubungan kita di suatu media
hubungan kita jadi berakhir
sesungguhnya aku binggung apa yang harus aku perbuat
tidak ada pilihan lain selain kuikuti keinginannya
semua itu membuat status ku kembali lajang
sekarang aku hanya wanita yang menjalani hidupku tanpa kekasih
tapi tidak ada penyesalan dalam hidupku
aku tetap bahagia bagaimanapun hidupku
aku kan terus hidup tanpanya
"aku bukan wanita bodoh yang selalu mencintainya"
dan sekarang kau telah mendapatkan pendamping barumu
tidak ada perasaan cemburu melanda diriku
aku hanya heran
semudah itukah kau menghapus semua tentang diriku dihatimu?
semudah itu kah hatimu berpaling kepada wanita lain?
hanya satu pesanku padamu
jalani hidupmu dengan penuh pertimbangan
tidak semua hal bisa dipermainkan dan dibuat dengan keputusan
tanpa berfikir panjang..
tidak semua hal bisa diselesaikan dengan kata maaf
semua butuh pemikiran logika dan juga hati
walaupun kamu telah membuatku sakit
tapi kamu tetap salah satu kekasih lama ku yang terbaik
aku tak menyesal mengenalmu
denganmu aku mengerti banyak hal tentang kehidupan
*terimakasih*
bisa dibilang kisah manis
yang menunjukkan keseriusanku dalam cinta
dan sekarang hanya tinggal bayang semata
saat pertama ku mengenalmu, aku tau kamu orang baik
agama serta iman mu begitu kuat
kamu seorang yang berbudi peragai baik
dan sejujurnya aku begitu terpesona dengan kepandaianmu
semua itu membuatku semakin yakin kau yang terbaik
begitu kau memintaku menjadi kekasih hatimu
dengan mudahnya aku menjawab "ya"
kukira masa pacaran begitu mudah kulewati dengannya
asalkan bersama kami bisa menyelesaikan cobaan
tapi ternyata tidak, hari ke hari begitu banyak masalah
yang tak bisa kami selesaikan
begitu banyak berbeda pemikiran diantara kami
tidak ada yang mau mengalah
dan dengan hasil akhir, masalah itu diabaikan
dan saat itu tiba,
saat dimana rasa bosan ku terhadapnya meluap
rasa yang membuatku begitu malas bertemu dengannya
rasa yang mendorongku untuk memutuskan hubungan kami
dan akhirnya kulakukan itu..
sudah beberapa hari kuubah statusku
dan sejujurnya dihatiku terdapat rasa lega
kukira aku akan bahagia dengan status baruku
tapi ternyata aku malah menderita oleh kenyataan yang ada
rasa cemburuku dan emosiku meluap
saat kulihat dia bersama wanita lain
sesaat munculah keinginan untuk kembali dan merajut
tali kasih yang telah putus dengannya
takdir mendukungku
takdir membuat aku dan dia kembali menjadi sepasang kekasih
aku dan dia berjanji tidak akan mengulangi yang terdahulu
kami akan hidup sebagai sepasang kekasih normal
tapi dengan penuh cinta
tak terasa lama sudah aku bersamanya
semenjak kejadian itu, kami begitu dekat dan saling menyatu
serasa hidup ini akan selamanya kujalani bersamanya
tepat setahun kami saling mengenal dan menyatu
datanglah sebuah masalah yang membuatku mengerti akan suatu hal
pacaran bukanlah sesuatu layaknya mainan yang bisa dimainkan
pacaran bukanlah sesuatu yang hanya mementingkan keegoisan semata
satu hal yang tidak kusukai darinya
ia selalu menuntutku untuk mengerti dirinya
ia selalu menuntutku untuk memaafkan semua khilafnya
tapi aku bukanlah bonekamu
aku juga punya perasaan dan keinginan untuk juga dimengerti
aku seorang wanita, wajar kalo aku minta di mengerti
tapi kamu tidak pernah mengerti apa yang kumau
saat itu juga
rasa kekesalan dan amarahku melanda
seharusnya disaat itulah kamu bisa mencoba untuk
mengerti apa yang kumau
tapi kamu tidak juga mengerti
kamu malah mengambil keputusan dengan mengikuti emosimu
hanya dengan kau merubah status hubungan kita di suatu media
hubungan kita jadi berakhir
sesungguhnya aku binggung apa yang harus aku perbuat
tidak ada pilihan lain selain kuikuti keinginannya
semua itu membuat status ku kembali lajang
sekarang aku hanya wanita yang menjalani hidupku tanpa kekasih
tapi tidak ada penyesalan dalam hidupku
aku tetap bahagia bagaimanapun hidupku
aku kan terus hidup tanpanya
"aku bukan wanita bodoh yang selalu mencintainya"
dan sekarang kau telah mendapatkan pendamping barumu
tidak ada perasaan cemburu melanda diriku
aku hanya heran
semudah itukah kau menghapus semua tentang diriku dihatimu?
semudah itu kah hatimu berpaling kepada wanita lain?
hanya satu pesanku padamu
jalani hidupmu dengan penuh pertimbangan
tidak semua hal bisa dipermainkan dan dibuat dengan keputusan
tanpa berfikir panjang..
tidak semua hal bisa diselesaikan dengan kata maaf
semua butuh pemikiran logika dan juga hati
walaupun kamu telah membuatku sakit
tapi kamu tetap salah satu kekasih lama ku yang terbaik
aku tak menyesal mengenalmu
denganmu aku mengerti banyak hal tentang kehidupan
*terimakasih*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar